Senin, 06 Februari 2012

prinsip etik keperawatan

BAB I

PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
           
Prinsip  merupakan hak-hak manusia dan pertimbangan etis yang mengatur prilaku seseorang dan mengatur langkah langkah yang seharusnya dilakukan karena merupakan cetusan dari hati nurani yang dalam dan diperoleh seseorang sejak kecil.
           
Nilai-nilai timbul dari pengalaman pribadi seseorang dan akan berbeda untuk
setiap orang.Nilai-nilai merupakan suatu ciri-ciri sebagai berikut:

  1.  Nilai- nilaimembentuk dasar prilaku seseorang
  2.  Nilai-nilai nyata dari seseorang diperlihatkan mealalui pola prilaku yang   konsisten
  3.  Nilai-nilai yang menjadi control internal bagi prilaku seseorang
  4. Nilai merupakan komponen intelektual dan emosional dari seseorang tentang suatu nilai dan memegang teguh nilai tersebut serta mempertahankannya.

B. Tujuan

  1. Tujuan Umum

Untuk dapat mengetahui dan memahami prinsip etika keperawatan sehingga mahasiswa perawat mampu menerapkannya dilingkungannya sesuai dengan prinsip etik dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Tujuan Khusus

a.      Menjelaskan arti dari prinsip etik keperawatan

b.     menjelaskan Contoh prinsip etik keperawatan

C.  Manfaat

Memberi pelajaran,pemahaman dan pengertian kepada perawat arti dari prinsip etik keperawatan dan bagaimana contoh dalam kehidupan sehari-sehari.



BAB II

PEMBAHASAN


A.Prinsip-prinsip etik keperawatan

1.Otonomi (Autonomy)

2. Berbuat baik (Beneficience)

3.Keadilan (Justice)

4.Tidak merugikan (Nonmaleficience)

5.Kejujuran (Veracity)

6. Menepati janji (Fidelity)

7. Karahasiaan (Confidentiality)

8.Akuntabilitas (Accountability

B.Contoh prinsip etik

1. Otonomi (Autonomy)

Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri, memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh orang lain.

Prinsip otonomi merupakan bentuk respek terhadap seseorang, atau dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan bertindak secara rasional. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut pembedaan diri. Praktek profesional merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak-hak klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya.


Sebagai contoh:

Perawat meyakinkan pasien untuk mencuci tangan setiap pagi walaupun pasien tidak ingin melakukannya karena pasien tidak mempunyai nilai dalam hal kebersihan.perubahan ini hanya terjadi pada perubahan prilaku yang bersifat sementara dan bukan merupakan cara yang efektif untuk mengembangkan nilai pribadi seseorang.Karena bila pasien pulang kerumahnya,sifat atau kebiasaan makan tanpa cuci tangan akan dilakukannya kembali.Oleh karena itu,sebagai seorang perawat harus mampu berpikir kritis dengan memberi sontoh kebiasaan menjaga kebersihan kepada pasien,misalnya memberikan informasi kepada klien bahwa hal yang dilakukan ini dapat mencegah penyakit-penyakit yang akan datang padanya.

Argumentasi:

Dimana seorang perawat harus memiliki pengetahuan serta keyakinan dan pemikiran yang kritis dalam pengambilan tindakan demi memenuhi kebutuhan kliennya.seorang perawat harus memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu keluarga dan masyarakat.Prinsip otonomi ini harus ada pada perawat karena dalam menjalankan setiap tugas dan fungsinya sebagai seorang perawat harus mengupayakan untuk dapat menghargai dan menghormati martabat manusia demi terjalinnya hubungan timbal-balik antara perawat dengan kliennya.


2. Berbuat baik (Beneficience)

Beneficience berarti, hanya melakukan sesuatu yang baik. Kebaikan, memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan, penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Terkadang, dalam situasi pelayanan kesehatan, terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi.

Sebagai contoh:
      Seorang ibu melarang anaknya pergi karena khawatir bila terjadi sesuatu terhadap anaknya.bila anak tersebut melanggar keyakinan ibunya,maka akan timbul rasa bersalah.hal ini akan bersifat negatif dan kurang efektif untuk mengontrol prilaku seseorang.

      Sebagai contoh lain:
            Seorang perawat,bertindak untuk menolong pasien yang sedang sekarat.dengan beberapa cara yang diketahuinya,tanpa mengintruksikan kepada  dokter,karena pada saat itu dokter yang biasa menangani pasien tersebut tidak berada ditempat.Perawat langsung secara spontan membantu hal yang terbaik untuk kliennya.Padahal,Perawat tahu hal yang dilakukannya bukan wewenangnya tapi ia yakin bahwa yang dilakukannya dapat membantu klien walaupun dihatinya ada perasaan bersalah,namun dihati seorang perawat ini tertanam ia hanya berbuat demi kebaikan kliennya.


Argumentasi:
Orang sering mempelajari seperangkat norma prilaku yang dianggap benar.Kegagalan untuk mengikuti hati nurani berupa kebaikan terkadang dapat mengakibatkan timbulnya perasaan bersalah.Dalam hal ini,perawat tetap menjunjung tinggi nilai kebaikan dengen mengedepankan keselamatan kliennya,karena kesejahteraan klien adalah esensial,walaupun didalam dirinya terjdi konflik.Oleh karena itu antara keyakinan dengan kebaikan sering terjadi konflik pada diri seseorang.


3. Keadilan (Justice)

Prinsip keadilan dibutuhkan untuk tercapai yang sama dan adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan.
     

4.Tidak merugikan (Nonmaleficience)

Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien.


5. Kejujuran (Veracity)

Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti.

 Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani perawatan. Walaupun demikian, terdapat beberapa argument mengatakan adanya batasan untuk kejujuran seperti jika kebenaran akan kesalahan prognosis klien untuk pemulihan atau adanya hubungan paternalistik bahwa ”doctors knows best” sebab individu memiliki otonomi, mereka memiliki hak untuk mendapatkan informasi penuh tentang kondisinya. Kebenaran merupakan dasar dalam membangun hubungan saling percaya.



6.Menepati janji (Fidelity)

Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap orang lain. Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia klien. Ketaatan, kesetiaan, adalah kewajiban seseorang untuk mempertahankan komitmen yang dibuatnya. Kesetiaan, menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode etik yang menyatakan bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, memulihkan kesehatan dan meminimalkan penderitaan.


7.Karahasiaan (Confidentiality)

Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga privasi klien. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien. Tidak ada seorangpun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan oleh klien dengan bukti persetujuan. Diskusi tentang klien diluar area pelayanan, menyampaikan pada teman atau keluarga tentang klien dengan tenaga kesehatan lain harus dihindari.


8. Akuntabilitas (Accountability)
Akuntabilitas merupakan standar yang pasti bahwa tindakan seorang profesional dapat dinilai dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa terkecuali.
























BAB III

PENUTUP


A.Kesimpulan

Etika adalah peraturan atau norma yang dapat digunakan sebagai acuan bagi prilaku seseorang yang berkaitan dengan tindakan yang baik dan buruk yang dilakukan oleh seseorang dan merupakan suatu kewajiban dan tanggung jawab moral
           
Prinsip  merupakan hak-hak manusia dan pertimbangan etis yang mengatur prilaku seseorang dan mengatur langkah langkah yang seharusnya dilakukan karena merupakan cetusan dari hati nurani yang dalam dan diperoleh seseorang sejak kecil.
           
Nilai-nilai yang sangat diperlukan oleh seorang perawat adalah:
a)     kejujuran
b)     lemah lembut
c)      ketepatan setiap tindakan
d)     menghargai orang lain

Falsafah seseorang untuk mengintegrasikan nilai nilai/prinsip dapat menghasilkan kode atau peraturan.Menghargai privasi adalah suatu nilai etis untuk keperawatan.Mahasiswa keperawatan belajar dengan cara pembiasaan diri”menjadi sensitive terhadap perasaan-perasaan pasien dan memahami kebutuhannya.

B.Saran
           
Dengan adanya pembuatan makalah ini diharapkan mahasiswa lebih memahami tentang prinsip-prinsip etik keperawatan.Sehingga dapat menambah pengetahuan bagi pembaca dan membantu mahasiswa untuk menerapkan di kehidupan nyata.









DAFTAR PUSTAKA

Ismani,nila,hj.2001.Etika keperawatan.widya medika:Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar